Selasa, 13 Desember 2016

My First Abroad #Part6

Sesuai dengan judulnya, postingan kali ini adalah lanjutan dari My First Abroad #Part5. jangan bosen-bosen yak…hehehe. 
Saya hari ini berfikir, kenapa sih postingan ini part nya banyak banget? Pahamilah perasaan saya, kawan, kalau disuruh menceritakan tentang kegiatan saya selama ikut program di Jepang, rasanya semuanya berkesan dan sangat penting bagi saya. Itulah juga sekaligus menjadi alasan, mengapa postingan tentang Jepang ini baru bisa saya post setelah 2 tahun lamanya wkwkwk. Saya bingung banget kalau disuruh milih mana hal yang menarik untuk diceritakan. Hehe, baiklah…silahkan dibaca yang menarik bagimu saja ya!

Oke, postingan kali ini, seperti yang sudah saya janjikan, saya akan bercerita tentang pengalaman saya dan teman-teman mengeksplor jepang, tepatnya di area Kansai. Yap, setelah sebelumnya dapat kegiatan seru bernama Osaka Orientation kami pun jadi tahu tentang jalanan dan sistem transportasi Jepang yang bisa dibilang sangat rapi dan mudah. Menurut saya, Osaka dan sekitarnya (Area Kansai) itu merupakan daerah yang sangat ramah wisatawan. Mengapa? Karena hampir setiap sudutnya memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk mengeksplor daerahnya. Hal ini bisa kita lihat dengan banyaknya peta dan denah tempat wisata yang dipasang di dinding tempat-tempat umum, hingga yang berupa pamflet-pamflet. Bukan hanya itu saja, tapi di setiap peta/denah tersebut juga disertakan jalur kereta api berbagai jenis dan trayeknya sehingga memudahkan wisatawan untuk dapat mengakses tempat tersebut tanpa kebingungan harus naik apa. Selain itu, transportasi di area ini juga didukung dengan adanya promo paket seperti yang namanya One Day Pass seperti yang pernah saya sebutkan di postingan sebelumnya. Jadi, kita bisa mengakses alat-alat transportasi tanpa perlu beli tiket setiap mau naik. Utamanya kereta listrik semua jenis, biasanya sih Shinkansen atau kereta cepat tidak termasuk *kalau ini mah mahal wkwk. di beberapa jenis One Day Pass, ada juga yang menggratiskan biaya masuk tempat wisata. One Day Pass ini berlaku untuk area tertentu saja. Kali ini saya beli di Kansai Airport dan berlaku untuk perjalanan di area Kansai. Harganya ¥2,400 lumayan kan, daripada ribet beli tiket tiap masuk stasiun…hehehe. Kalau mau masuk tinggal tunjukkan saja ke petugas stasiunnya.

Kebetulan juga waktu itu dari sekolah kami diberi sebuah kartu bayar bernama ICOCA *wah nyebut merk nih wkwk. Kartu tersebut dapat digunakan untuk membayar tiket kereta dan membayar belanjaan. Tinggal di scan saja. Kali ini, saya dan teman-teman sudah merencanakan untuk mengeksplor area Kansai. Setelah merencanakan matang-matang, karena One Day Pass hanya berlaku satu hari (namanya aja one day ya wkwk) maka kami putuskan memaksimalkan waktu 1 hari itu supaya dapat mendatangi semua wilayah Kansai.

Berangkat dari Senta jam 5 pagi (pagi buta wkwk). kami pinjam sepeda Senta untuk dipakai ke stasiun Rinkuu Town. Saya masih inget banget gimana bapak Security memasang ekspresi kaget karena pagi buta sudah ada yang pinjam sepeda. Kami pun berangkaaaat!!

Singkat cerita sampai di stasiun Rinkuu Town kami naik kereta satu kali ke Kansai Airport Station untuk ke counter One Day Pass. Setelah tiket ada di tangan, kami mempelajari sebentar beberapa rute yang tertulis di sana dan kemudian kami mulai perjalanan. Pertama-tama, kami ke….

NARA. Yeeeeaaaaaayyyy….!!!!

Kalau saya tidak salah ingat, kita harus 2x norikae atau oper kereta (haiyah oper…udah kayak kernet angkot aja nih wkwk). naik Tokkyuu (kereta listrik yang hanya berhenti di stasiun tertentu) kemudian turun di stasiun Nara. Waktu naik kereta ini, tiba-tiba teman-teman cowok pada lari keluar, kirain ada apaan, ternyata kita salah masuk ke gerbong khusus wanita wkwk. akhirnya kami pindah ke gerbong lain. Sampilah kami di Nara!!!


Waktu itu suhu udaranya cukup dingin, maklum…sebentar lagi sudah musim dingin. Dari stasiun, kami berjalan menuju ke Nara Kouen atau taman Nara. Cukup jauh jalannya (jalan berkilo-kilo adalah hal yang biasa bagi orang Jepang), jadi jalannya santai aja sambil lihat-lihat pemandangan, ya nggak? Haha. Kalau dengar Nara Kouen, maka yang akan langsung tersirat adalah Rusa!

Yap…di sana ada banyak rusa yang dilepas dan kita bisa main-main sama mereka! 


Di sepanjang jalan rusanya ada banyak da nada juga penjual Senbei, itu untuk wisatawan yang mau memberi makan rusanya. Hawanya dingin, dan daun-daunnya sudah memerah semua…deuuh…


Ada Nara National Museum juga, tapi kami nggak kesana. 


Meskipun taman-taman luas ini dilalui oleh jalan raya, tetapi kendaraan-kendaraan yang melaju akan langsung berhenti ketika ada rusa yang hendak menyeberang jalan. Di pinggir jalan raya yang cukup lengang tersebut, terdapat banyak toko dan retoran, dan di beberapa restoran terlihat barisan panjang orang-orang yang antri untuk beli makan. Antriannya super panjang sampai jauh, kayak antrian di pom bensin ketika BBM naik, serius! Dalam hati saya, “itu sabar banget yak mau makan aja ngantri segitu panjang” tapi itulah kenyataannya.

Lanjut jalan terus, kami menuju ke kuil tua di Nara yaitu Todaiji. Kali ini saya dan beberapa teman memutuskan untuk tidak masuk karena kami lelah. Kami berniat untuk duduk-duduk di bawah pohon sambil makan kecil dan foto-foto, sembari menunggu teman-teman lain yang masuk ke kuil.



Keluar dari Nara kami cari makan. Mengusahakan mencari yang halal. Hehehe. Tapi seperti kita tahu, susah sekali. Bahkan roti sekalipun juga belum tentu halal. Setelah mutar-muter kesana kemari dan lemes, kami pun memutuskan untuk makan daging yang ‘boleh’ dimakan saja. Kami makan nasi karage dan ramen (ramen? Ya…niatnya waktu itu karena ada teman yang beda agama, saya mau makan nasinya aja, trus ramennya buat temen. Tapi kemudian sama waitress nya ditanyain mau pakai kaldu sayur? *sepertinya dia tau saya nggak boleh makan babi), akhirnya dimakan jugalah itu ramen. Semoga halal beneran. Heuuuu…

Keluar dari Nara, kami menuju ke Kyoto. Dari Nara ke Kyoto agak jauh, bisalah dipakai buat tidur-tidur dulu wkwk. sore sekitar jam 3an kami sampai di stasiun Kyoto. Kemudian norikae ke stasiun Fushimi Inari, yap kami akan ke Fushimi Inari Shrine lagi! Karena waktu Study Tour itu hanya sebentar, kami ingin berlama-lama. 

Selesai dari sana, kami bingung mau kemana karena sudah sore. Sebenarnya rencana kami mau mengunjung Nara-Kyoto-Kobe. Tapi karena waktu tidak memungkinkan, kami pun meng-cancel Kobe (huhuhu). Akhirnya, diputuskan kembali ke Osaka, karena waktu itu teman-teman ada yang belum pernah ke Umeda Sky Building dan kami khawatir kalau ke Kobe akan terlambat kereta pulang, malam itu jam setengah 7 kami ke Umeda. Kali kedua saya naik ke Umeda Sky Building dan kali ini malam hari.

ada Ilumination!

Selesai…pulang…

Lalu bagaimana dengan Kobe???

Saya belum menyerah…

Minggu terakhir sebelum pulang ke Indonesia, saya, seorang teman (Luh novi) dan seorang dosen (Nur Sensei), janjian untuk pergi keliling kansai lagi. Sama seperti sebelumnya, berangkat pagi-pagi (kali ini naik bus nya Senta), kami membeli tiket One Day Pass. Destinasi pertama, Nara. Sebelumnya, di stasiun Osaka, kami janjian untuk bertemu teman lain (mahasiswanya Nur Sensei). 2 orang, 1 Indonesia dan 1 Jepang. kali ini, saya menyempatkan diri masuk ke kuilnya. Wow…di dalamnya bagus banget! Masuk ke kuil, ada patung Budha besar sekali, dan banyak patung-patung dan replica dari pahatan kayu. Bangunan ini semuanya terbuat dari kayu, dan kalau tidak salah adalah bangunan kayu tertua di dunia.

ngangetin badan, makan Kitsune Udon di Nara Kouen 


Ada tantangan nih… ada lubang di tiang kayu bangunannya, kamu bisa nggak  nerobos masuk kesana?

Oke, selesai dari Nara, kami lanjut kembali ke Osaka. Hari sudah agak sore. Kami jalan-jalan sebentar di sekitaran Abeno Harukas, ke mall di sekitarnya kemudian mencoba foto Purikura (yang sudah pernah saya sebutkan sebelumnya). Ini hasil fotonya…

Selesai dari Osaka, hari sudah petang, tapi menurut Mahasiswa Nur Sensei, Chiari-chan dan Mas Ibnu, masih cukup waktu untuk ke Kobe. Akhirnya kami menuju ke sana. Tapi, ternyata Chiari tidak ikut, dan kami berpisah di Osaka. Semoga suatu saat bisa bertemu lagi^^

Sampai di stasiun Kobe. Wah…ini udaranya paling dingin dibandingkan yang lain. Saya pun mulai nggak tahan. 2 jaket saya rangkap supaya tidak kedinginan. 

Kami berjalan menuju ke Masjid Kobe. 

Ketika masuk ke dalam perkampungan dimana Masjid Kobe berada, saya melihat disana banyak orang muslim dari timur tengah, Malaysia, dan lain-lain. Sayangnya masjid ditutup, kami bingung harus apa. Wkwk. sejenak kemudian, seorang  bapak-bapak timur tengah menghampiri kami dan memberitahu bahwa sebentar lagi aka nada sholat Isya’ berjamaah. Mau ikut nggak? “Silahkan masuk lewat pintu sana dan ambil wudhu.” Katanya, sambil menunjuk pintu lain. Wkwk. kami pun masuk dan menuju ke tempat wudhu di lantai 2, untuk jamaah wanita. Bagus banget bagian dalam masjidnya! Fasilitasnya juga sangat terawat! Kami bertemu 2 orang wanta dari India yang juga akan sholat. Sister Muslim nih ya^^



Selesai sholat kami mampir ke toko di depan masjid,bertemu bapak timur tengah tadi, kami pun berbincang sedikit, kemudian mata saya langsung blink-blink lihat ternyata tokonya menjual bahan makanan halal timur tengah-melayu. saya pun membeli *nd*mie (yang disini jadi makanan yang sangat ngangenin) dan juga bumbu masak. Kobe adalah sebuah kota yang cantik dan modern. Terlihat ketika kami berjalan menuju ke stasiun untuk pulang ke Senta, kami makan di sebuah taman dan menikmati pemandangan malamnya. Ditemani beberapa anak muda yang menggelar pertunjunkan dance, rap dan band.

Tapi jujur…saya belum puas mengeksplor Kobe…kobe masih begitu ‘misteri’ bagi saya. Semoga suatu saat saya bisa kembali kesana untuk memecahkan misteri itu.

Sampai ketemu di Part 7 ya!

My First Abroad #Part5

Oke, seperti yang sudah saya janjikan di artikel My First Abroad #Part4, kali ini saya akan menceritakan tentang keindahan kota-kota lain di area Kansai, selain Osaka.

Selama 1,5 bulan stay di Osaka, saya dan teman-teman (yang mulai menyadari asyiknya Lost in Japan) jadi sering banget jalan-jalan bareng, terutama ketika weekend (selain itu, ada program study tour yang disediakan oleh Senta juga). Kali ini saya akan menulis tentang Study Tour tersebut. Untuk study tour ini, diadakan dua kali. Dua-duanya ke Kyoto.

Kalau study tour, semuanya sudah di manage oleh pihak sekolah sedemikian rupa, terutama, jadwal. As we know, Jepang itu kebanyakan orangnya disiplin terhadap waktu, jadi aturan mainnya sudah dijelaskan di awal, Tidak ada bangun kesiangan. Tidak ada membuat orang lain menunggu. Perjanjiannya gitu, jadi kalau missal ada yang bangun kesiangan, atau kelamaan pas jalan-jalan di tempat wisatanya karena keasyikan shopping, yaudah, ditinggal. Dan itu terjadi beneran loh!

wkwkwk. Untung saja waktu bis kami melewati tempat dimana teman-teman saya yang tertinggal itu, beruntunglah…merekapun mencegat bisnya dan untung bisnya berhenti. Hehehe. Kejadian hari itu cukup mendebarkan, lucu, berkesan, dan juga memberikan banyak pelajaran. Setelah itu, semua peserta pun selalu disiplin terhadap waktu. Kalau belanja, pasti sudah memikirkan berapa waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke parkiran Bus, plus meningat-ingat jalan yang dilalui. Karena kalau tidak, bisa kesasar trtus ditinggal deh sama rombongan. *disana kebanyakan peserta tidak dapat menggunakan HP kecuali ada WiFi.


Oke, kembali ke laptop.

Kunjungan pertama kami ke Kyoto adalah ke Fushimi Inari Shrine, Kanshundo dan Kiyomizu Temple.

1. Fushimi Inari Shrine

Fushimi Inari Shrine adalah sebuah kuil di Kyoto. Kyoto sendiri di Jepang sangat dikenal karena banyaknya kuil di kota tersebut. Menurut tour guide nya sih ada sekitar kurleb 10.000 kuil. Seperti biasa, untuk mengakses kebanyakan tempat wisata di Jepang kita harus berjalan cukup jauh. Dan seperti biasa, jalannya santai sambil lihat-lihat pemandangan. Wkwk. Santai tapi melangkahnya yang cepet ya. haha. Di Jepang kita harus menyesuaikan diri sama speed orang-orang sana yang kelihatannya jalan santai, tapi ternyata cepet. Oh iya, disana ada yang jual takoyaki enak banget! Potongan guritanya besar-besar *ngiler*.

guritanya ntabs! gede2!

Daya tarik dari kuil ini sebenernya ada di bagian agak ke belakangnya ya. jadi di bagian dalam kuil ini  nantinya kamu bisa lihat sembon dorii (千本鳥居)alias Gate khas kuil yang berjajar sangat banyak.


Kalau kita masuk, kita bisa melihat di tiang gate tersebut tertulis nama dan juga tahun penyerahan. Sepenangkep saya nih ya, jadi gate-gate tersebut adalah sumbangan dari orang Jepang (semacem sedekah kalau di agama islam). Oh hampir lupa, kata mereka di kuil ini bersemayam dewa bisnis. Jadi, mereka-mereka yang datang kebanyakan untuk berdoa memohon kelancaran urusan bisnis. (CMIIW, soalnya say amah dating kesini cuman liat-liat aja wkwk).

2. Kanshundo

Selepas dari Fushimi Inari Shrine tadi, kami pun menuju ke sebuah tempat yang namanya Kanshundo. Kanshundo adalah nama sebuah toko Wagashi (kue khas Jepang) di Kyoto. Masuk kesana, kami langsung disuruh untuk cuci tangan, kemudian satu per satu dibagikan epron. *wew…seru nih kayanya

Kami bergegas menuju lantai 2, dan disana kami segera mencari tempat duduk. Bahan-bahan wagashi telah siap di hadapan kami dan seorang instruktur (chef wagashi) juga telah siap memberi arahan. Kami akan membuat 3 buah variasi bentuk wagashi. Sambil mendengarkan instruksi, kami membuat kue itu. 

Kue ini memiliki kulit yang bertekstur sangat lembut dan sangat manis, dengan isian berupa pasta kacang merah yang juga sangat manis. Yaa mirip-mirip kayak bakpia gitu lah yaa hehehe.
Ini hasilnya…



Setelah wagashi selesai dibuat, semua peserta dibagikan ocha (teh hijau Jepang) yang warnanya hijau pekat dan rasanya lumayan. Lumayan pahit. Hahaha. Kemudian, semua peserta menikmati ocha sambil memakan hasil jerih payahnya (wagashi masing-masing).

3. Kiyomizu Temple

Hari agak sore, kami pindah ke destinasi berikutnya yaitu Kiyomizu Temple. Di kanan-kiri jalan menuju masuk ke Kiyomizu Temple ini ada banyak toko di kanan-kiri jalan, banyak yang jual kue mochi dan kamu bisa nyoba gratis.

Waktu masuk ke dalamnya, kuil ini masih dalam proses perbaikan, tapi pengunjung tetap bisa masuk. Bangunan kayunya terlihat sangat tua tapi kokoh. Kuil utamanya sendiri terletak di atas, jadi modelnya itu mirip seperti rumah panggung, tapi panggungnya itu tinggi banget curam gitu. Menurut penuturan Guide nya sih, dulunya itu pernah berkembang keyakinan di masyarakat sekitar, bahwa barangsiapa melompat dari atas sampai ke bawah (dasar bangunan) dan mendarat dengan selamat, maka impiannya akan terwujud. Tapi seingat saya, yang selamat cuman berapa persen dan itu sangat sedikit. Yang suka bungy jumping, mau nyoba? Hehehe.
banyak cewe-cewe beryukata loh disini

Kuil ini cukup luas, kita bisa jalan-jalan dan menikmati pepohonannya yang rimbun. Jika kita berjalan lewat setapak, kemudian mengikuti jalan sampai turun ke bawah, kita akan menemukan taki (air terjun) kecil yang berjumlah 3. Masing-masing melambangkan cinta, kesehatan dan studi. Konon, jika minum salah satunya, makan akan tercapai juga keberhasilan di bidang cinta/kesehatan/studi, tergantung pilih yang mana. Tapi yang ngantri buanyaaakk…saya mah engga ikutan ngantri, ntar takut ditinggal wkwkwk.

selesai dari Kiyomizu Temple, kami menuju ke tempat pertunjukan Noh dan Kyougen. sayangnya tidak boleh ambil gambar/merekam yaa hehe, jadi silahkan di search sendiri^^ 
spoiler dikit, ini stage nya...


Yap…itulah tadi pengalaman kali pertama ke Kyoto melalui Study Tour Part 1. Part 2, kami mengunjungi Kinkakuji dan Ritsumeikan University.

Kinkakuji

Kinkakuji juga adalah sebuah kuil di Kyoto. Kuil ini terkenal sebagai kuil emas, karena bangunannya yang dilapisi oleh emas. Kuil ini dikelilingi oleh danau. Pada saat saya berkunjung kesana, kebetulan saat itu sedang masa puncak musim gugur, sehingga daun-daun memerah dan terlihat begitu romatis, udaranya juga sangat sejuk.
Ritsumeikan University

Well, Kyoto is awesome...

kalau pengen merasakan taste-nya Jepang, Kyoto adalah tempat yang tepat. penuh dengan sentuhan tradisional Jepang.


Oke, sekian dulu postingan saya kali ini. Next, saya akan menceritakan tentang pengalaman eksplor Jepang yang dilakukan secara swadaya (alah…) oleh saya dan teman-teman. Let’s Get Lost In Japan!

Senin, 12 Desember 2016

My First Abroad #Part4

Akhirnya…

Alhamdulillah Diberkahi waktu lapang nih buat melanjutkan artikel. oke, kemarin di bagian akhir artikel My First Abroad #Part3 saya nulis bahwa hari pertama pasca mendarat di Osaka saya sempet ‘pengen pulang’, gara-gera kedinginan. Wkwk. Tapi kemudian keesokan harinya saya dapet hidayah dari Allah Swt. untuk nyampur itu air kran warna biru sama merah sehingga jadilah air anget XD. Kemudian, perlahan-lahan, problem berhubungan dengan suhu pun solved!

Kebetulan tempat saya tinggal dan sekolah, di Senta itu menyediakan sepeda yang bisa dipinjam kapanpun untuk kendaraan keliling-keliling (selain itu juga tersedia 2 bus dengan trayek berbeda yang tentunja juga gratis). Setelah kenal dengan teman-teman satu lantai (lantai 12, isinya peserta program CI yang cewek-cewek), mulailah kami mengeksplor “Jepang”.

Awalnya sih kami baru menjelajah sekitaran senta aja, misalnya ke konbini (mini market), ke suupaa (super market), 100en shoppu (toko serba 100yen), mal yang namanya “Seacle”, atau ke kuil-kuil terdekat saja. Kebetulan, di list program belajar kami selama di sana ada juga yang namanya Osaka Orientation, jadi ceritanya seluruh peserta dibagi per kelompok untuk kemudian kelompok-kelompok itu diberi misi untuk menemukan beberapa landmark di Osaka, untuk kemudian dipresentasikan. 

Waktu itu saya dan kelompok dapat tugas untuk menemukan Umeda Sky Building dan Museum pemukiman Osaka tempo dulu, dibekali dengan kartu One Day Pass untuk transportasi Pascabayar di area Osaka, peta dan juga kupon-kupon masuk tempat wisata. Waktu yang diberikan yaitu 1 hari dan apabila ada sisa waktu, maka boleh digunakan untuk main-main ke tempat yang lain. Jujur, nyasar-nyasar di Jepang itu rasanya seru! Apalagi Osaka menurut saya adalah tempat yang beautiful in every single part. 

Nah, bermula dari situlah kemudian 6 minggu ke depannya kami jadi suka banget main-main dan nyasar-nyasar di area Kansai. Kemana saja?

Mulai dari Osaka dulu yaah…

Kalau di Osaka, sebenarnya ada banyak tempat terkenal dan pastinya banyak makanan enaknya. Yang saya kunjungi selama di Osaka adalah,

1. Umeda Sky Building (梅田スカイビル)

tidak jauh dari stasiun Osaka. Bangunan berupa gedung tinggi yang masuk dalam 20 Bangunan tertinggi di dunia. 



Dari atasnya kita bisa lihat kenampakan kota Osaka (kalau pas cuacanya bagus). 



di tempat ini juga ada supermarket kecil yang menjual pernak-pernik khas Osaka, dan ada food court nya juga. Tapi, daya tarik sesungguhnya dari bangunan ini sebenarnya terletak di atas gedung. Selain bisa menikmati pemandangan Osaka (yang banyak gedung dan sungai-sungai yang dilalui jembatan),

ada juga sebuah spot yang disitu tergantung banyak sekali gembok. Mirip seperti gembok cinta yang ada di Korea, jadi disini banyak pasangan yang memasang gembok yang bertuliskan nama mereka.


nggak cuma orang jepang aja, banyak gembok bertuliskan nama-nama orang asing juga disini



2.  Dotombori (道頓堀)

Kalau Dotombori, ini semacem distrik yang di dalamnya ada banyak toko, mal, restoran dan juga spot nongkrong. Kemudian, di dekat nihonbashi, kita bisa lihat layar besar yang disitu ada figure “Glico Man”. Banyak orang-orang asing maupun lokal yang tidak melewatkan momen untuk foto disana.




udon nya wenaaaaakkk


3.  Osaka-Jo (大阪城)

Osaka-Jo alias Osaka Castle atau istana Osaka. Dari stasiun perlu berjalan cukup jauh (kalau orang Jepang mah biasa). Santai aja jalannya, sambil lihat-lihat pemandangan. Hehehe. Seinget saya sih jam operasionalnya dari pagi (jam 8 atau 9 ya?) sampai sore jam 5. Kita bisa masuk dan naik sampai ke bagian paling ujung atas istana dan melihat pemandangan.  
ada banyak taman juga
Di dalamnya, menuju ke atas gedung, di setiap lantai kita bisa menyaksikan beberapa peninggalan bersejarah dan diorama-diorama yang menceritakan kehidupan Jepang masa lampau (awas, di beberapa spot, tidak diperbolehkan memotret). Di sekitarnya, seperti normalnya tempat wisata yah, ada juga outlet yang menjual oleh-oleh khas Osaka dan juga kedai-kedai yang menjual makanan dan minuman. Saya inget banget, di Osaka-Jo ini ada yang jual Pastry Taiyaki beuhhh enak banget rasanya! Kalau mau menyusuri area ini, juga ada paket wisata menggunakan kapal yang akan berkeliling di sungai sekitar area Osaka-Jo. Sungainya sangat bersih dan pemandangannya bagus, banyak gedung, restoran dan apartemen serta taman yang dilewati. Lebih bagus lagi kalau pas musim semi kali ya, karena di sepanjang tepi sungai ini adalah pohon Sakura.
ni dalemnya kapal





4. Museum Pemukiman Osaka Tempo Dulu (大阪暮らし今昔間)

Tempatnya ada di dalam gedung gitu, jadi sempat susah untuk menemukannya. Letaknya juga di lantai 3 (2 apa 3 ya?) gedung tersebut. Masuk ke area museum, kita bisa menyewa yukata dengan membayar 200yen untuk dipakai jalan-jalan dan berfoto di area museum, yang menggambarkan suasana pemukiman Osaka pada masa dahulu. 



kalau yang ini dioramanya
waktu itu ada anak2 SMP lagi pada study tour guys


Yang spesialnya, lokasi ini dirancang dengan ukuran asli, dan bagian langit-langit area ini bisa berubah menjadi suasana siang, malam dan mendung.

5. Abeno Harukas (あべのハルカス)

Ini juga salah satu gedung tinggi di Osaka. Hmm…kalau nggak salah sih gedung tertinggi di Osaka malah (CMIIW). Hehe…tapi cuman lewat dan nongkrong-nongkrong doang ya. selebihnya ke mall yang ada di dekat sana dan untuk pertama kalinya mampir ke photobox yang biasa disebut purikura (foto yang bisa bikin kelihatan cantik kayak karakter anime *waktu itu kamera B612, 360 belum booming). foto Abeno Harukasnya ilang...wkwkwk. silahkan serach sendiri di google yak, "Abeno Harukas".


Wkwk…

Hanya tempat itu saja yang saya kunjungi di Osaka. Selebihnya saya mengunjungi Kwansei University, sekolah-sekolah dan taman-taman saja hehehe…

Yang pasti seru lah kehidupan di Osaka.
Bukan hanya Osaka saja sih sebenarnya, menurut saya, Kansai adalah sebuah daerah di Jepang yang menurut saya sangat identic dengan satu kata, “Cantik”.
Mau tau, “Cantik” nya area Kansai selain Osaka?


*Berlanjut di part 5.

Kamis, 08 Desember 2016

My First Abroad #Part3

oke, menyambung postingan yang sebelumnya yang part 2, kalau belum baca silahkan klik di sini.
singkat cerita akhirnya saya mendarat dengan selamat di bandara Kansai, Osaka dan sudah menemukan tempat tinggal saya selama mengikuti pelatihan, yaitu Kansai Center, yang nantinya bakalan saya sebut dengan "Senta".

tanpa tunggu waktu lama, karena semua peserta lelah dan hari kedatangan ini dijadikan sebagai hari libur untuk beristirahat, langsung saja semuanya masuk ke kamar masing-masing, termasuk saya. 

waktu saya datang, kamarnya gelap banget (sampai mikir, ini kamar tidur apa ruang afdruk foto? wkwk). setelah meraba-raba dalam kegelapan, akhirnya ketemulah yang saya cari. saklar.


oooh...oke.
setelah cukup cahaya, saya meletakkan barang-barang dan mulai mengeksplorasi tempat tinggal saya selama 6 minggu ke depan ini. menurut penjelasan yang saya baca di dokumen yang dikirim sebelumnya, bahwa kamar ini nantinya akan ditempati setiap peserta dan ada beberapa fasilitas yaitu seperangkat tempat tidur, kamar mandi, TV, Kulkas kecil, kompor listrik kecil dan heater, lemari, telepon (tapi kalau mau nelpon kudu beli kartu telepon dulu, dijual di lantai bawah seharga ¥1000 per lembar untuk 90 menit nelepon), ada juga semacam bufet untuk menyimpan makanan, di dalam lemari bahkan ada seperangkat baju dan helm anti api buat jaga-jaga kalau tiba-tiba terjadi kebakaran, kemudian ada AC (pendingin dan penghangat ruangan), tapi remote nya nempel di dinding. kira-kira begini penampakannya...

kemudian, saya merasa penasaran, ada apa dibalik tabir besar yang ada di sebelah timur kamar. sambil takut-takut saya buka pelan-pelan...
saya pun terkejut ketika membukanya!

karena ternyata masih ada tabirnya lagi wkwkwk

oke, saya buka lagi dan saya nambah terkejut!
ini yang saya lihat...




wow, kayak ginikah pemandangan dari kamar saya? Subhanallah...
dari kamar ini, kita bisa lihat pantai, jalan raya, apartemen-apartemen, sekolahan, taman, mal yang namanya "Seacle", dan pastinya si Bianglala besar. kemudian, nun jauh juga terlihat bandara Kansai dan kereta yang lewat dari jembatan di atas laut. di depan jendela itu ada space untuk duduk. jadi bisa nongkrong atau duduk selonjoran di situ sambil minum kopi atau makan mie kalau ntar butuh hiburan wkwkwk. oh iya, jendelanya terdiri dari 1 kaca besar dan jendela kecil yang hanya bisa dibuka sekitar 30 derajat saja. tadinya saya bertanya-tanya, kenapa ya bikin jendela kok nanggung gini? tapi setelah dipikir-pikir saya baru paham, ya iyalah dibikin bukanya cuman bisa sedikit. kalau 90derajat atau 180derajat, bisa jatuh orangnya kalo duduk2! mana di lantai 12 lagi! sejenak saya melongok ke bawah. hiiiw...

minggir ah

saya mengkesplor tempat lainnya. oh...katanya ada kamar mandinya, dimana ya?
saya muter-muter kamar nyariin. ada 1 pintu tertutup. apa ini? saya coba mendorong pintu itu masuk, seperti waktu mbuka pintu masuk kamar. loh...kok ga bisa? aneh...

terus mencoba...

gagal...

coba lagi...

gagal...

wah...gila. saya dibohongin nih, ternyata nggak ada kamar mandinya. alamat palingan ntar kamar mandinya ngantri ala kos-kosan nih. wah...php banget ini penyelenggaranya, mana kebelet banget lagi. %&$#@
karena sebal, saya pun menarik handle tersebut, dan...derrrr
kamar mandi muncul wkwk. oh ternyata buka pintunya keluar, bukan masuk!
oon ah...

kamar mandi, di dalemnya ada bath up, shower, kran, gorden plastik, cermin, toilet, wastafel, handuk, dan hair dryer (yang bagi orang Jepang kebanyakan adalah piranti penting).
jujur, saya cukup kagum dengan desain minimalis kamar asramanya The Japan Foundation yang meskipun sebenarnya relatif sempit tapi terasa luas dan bisa memenuhi kebutuhan penghuni.

oke, itu tadi ceritanya cuman buat spoiler aja, siapa tau temen-temen ada yang pengen ikut kegiatan training atau penelitian di sana. hehe

malam pun datang, saya mulai terpaku menikmati pemandangan malam di Jendela, karena bianglalanya kelihatan cantik banget dengan lampu-lampu...!!!
sampai lama-lama saya menyadari sesuatu. ini kok dingin banget ya?
mulai deh utek-utek itu si AC, suhunya gak bisa diangetin!
saya pun kemudian mutusin buat tutup jendela dan mandi, karena tadi saya lihat kran nya ada 2, warna merah dan biru, means, ada air biasa dan air hangat. mandi pakai air hangat aja deh biar nggak kedinginan (niatnya).

pas nyalain kran merah...lama kelamaan airnya panas banget kaya yang baru mendidih dientas dari kompor T.T *itu karena saya katro dan nggak ngerti kalau mau mandi air anget itu kedua kran harus sama-sama dinyalain
yah gapapa lah...ke katro an saya ini, semoga tidak terjadi pada kawan-kawan semuanya. hehehe...
karena panasnya keterlaluan, dan kulit mulai merah-merah kayak udang rebus, saya pun memutuskan untuk mandi air dingin aja dari kran biru.

malam itu saya yakin banget saya masuk angin.
tidur pakai selimut dan bed cover tidak menyelamatkan saya.
kedinginan sekali...
mulai pusing...
mulai inget keluarga di rumah...
kalau saya masuk angin begini, biasanya ada yang nolongin, ngasih minyak angin, balsem atau ngerokin.
nah ini, saya di dalem kamar sendirian...
dingin mulai menusuk tulang...saya seperti sudah sekarat hampir mati.
Tuhan tolong...saya hanya mau...
Pulang...

*Lanjut di postingan berikutnya