Selasa, 13 Desember 2016

My First Abroad #Part5

Oke, seperti yang sudah saya janjikan di artikel My First Abroad #Part4, kali ini saya akan menceritakan tentang keindahan kota-kota lain di area Kansai, selain Osaka.

Selama 1,5 bulan stay di Osaka, saya dan teman-teman (yang mulai menyadari asyiknya Lost in Japan) jadi sering banget jalan-jalan bareng, terutama ketika weekend (selain itu, ada program study tour yang disediakan oleh Senta juga). Kali ini saya akan menulis tentang Study Tour tersebut. Untuk study tour ini, diadakan dua kali. Dua-duanya ke Kyoto.

Kalau study tour, semuanya sudah di manage oleh pihak sekolah sedemikian rupa, terutama, jadwal. As we know, Jepang itu kebanyakan orangnya disiplin terhadap waktu, jadi aturan mainnya sudah dijelaskan di awal, Tidak ada bangun kesiangan. Tidak ada membuat orang lain menunggu. Perjanjiannya gitu, jadi kalau missal ada yang bangun kesiangan, atau kelamaan pas jalan-jalan di tempat wisatanya karena keasyikan shopping, yaudah, ditinggal. Dan itu terjadi beneran loh!

wkwkwk. Untung saja waktu bis kami melewati tempat dimana teman-teman saya yang tertinggal itu, beruntunglah…merekapun mencegat bisnya dan untung bisnya berhenti. Hehehe. Kejadian hari itu cukup mendebarkan, lucu, berkesan, dan juga memberikan banyak pelajaran. Setelah itu, semua peserta pun selalu disiplin terhadap waktu. Kalau belanja, pasti sudah memikirkan berapa waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke parkiran Bus, plus meningat-ingat jalan yang dilalui. Karena kalau tidak, bisa kesasar trtus ditinggal deh sama rombongan. *disana kebanyakan peserta tidak dapat menggunakan HP kecuali ada WiFi.


Oke, kembali ke laptop.

Kunjungan pertama kami ke Kyoto adalah ke Fushimi Inari Shrine, Kanshundo dan Kiyomizu Temple.

1. Fushimi Inari Shrine

Fushimi Inari Shrine adalah sebuah kuil di Kyoto. Kyoto sendiri di Jepang sangat dikenal karena banyaknya kuil di kota tersebut. Menurut tour guide nya sih ada sekitar kurleb 10.000 kuil. Seperti biasa, untuk mengakses kebanyakan tempat wisata di Jepang kita harus berjalan cukup jauh. Dan seperti biasa, jalannya santai sambil lihat-lihat pemandangan. Wkwk. Santai tapi melangkahnya yang cepet ya. haha. Di Jepang kita harus menyesuaikan diri sama speed orang-orang sana yang kelihatannya jalan santai, tapi ternyata cepet. Oh iya, disana ada yang jual takoyaki enak banget! Potongan guritanya besar-besar *ngiler*.

guritanya ntabs! gede2!

Daya tarik dari kuil ini sebenernya ada di bagian agak ke belakangnya ya. jadi di bagian dalam kuil ini  nantinya kamu bisa lihat sembon dorii (千本鳥居)alias Gate khas kuil yang berjajar sangat banyak.


Kalau kita masuk, kita bisa melihat di tiang gate tersebut tertulis nama dan juga tahun penyerahan. Sepenangkep saya nih ya, jadi gate-gate tersebut adalah sumbangan dari orang Jepang (semacem sedekah kalau di agama islam). Oh hampir lupa, kata mereka di kuil ini bersemayam dewa bisnis. Jadi, mereka-mereka yang datang kebanyakan untuk berdoa memohon kelancaran urusan bisnis. (CMIIW, soalnya say amah dating kesini cuman liat-liat aja wkwk).

2. Kanshundo

Selepas dari Fushimi Inari Shrine tadi, kami pun menuju ke sebuah tempat yang namanya KanshundoKanshundo adalah nama sebuah toko Wagashi (kue khas Jepang) di Kyoto. Masuk kesana, kami langsung disuruh untuk cuci tangan, kemudian satu per satu dibagikan epron. *wew…seru nih kayanya

Kami bergegas menuju lantai 2, dan disana kami segera mencari tempat duduk. Bahan-bahan wagashi telah siap di hadapan kami dan seorang instruktur (chef wagashi) juga telah siap memberi arahan. Kami akan membuat 3 buah variasi bentuk wagashi. Sambil mendengarkan instruksi, kami membuat kue itu. 

Kue ini memiliki kulit yang bertekstur sangat lembut dan sangat manis, dengan isian berupa pasta kacang merah yang juga sangat manis. Yaa mirip-mirip kayak bakpia gitu lah yaa hehehe.
Ini hasilnya…



Setelah wagashi selesai dibuat, semua peserta dibagikan ocha (teh hijau Jepang) yang warnanya hijau pekat dan rasanya lumayan. Lumayan pahit. Hahaha. Kemudian, semua peserta menikmati ocha sambil memakan hasil jerih payahnya (wagashi masing-masing).

3. Kiyomizu Temple

Hari agak sore, kami pindah ke destinasi berikutnya yaitu Kiyomizu Temple. Di kanan-kiri jalan menuju masuk ke Kiyomizu Temple ini ada banyak toko di kanan-kiri jalan, banyak yang jual kue mochi dan kamu bisa nyoba gratis.

Waktu masuk ke dalamnya, kuil ini masih dalam proses perbaikan, tapi pengunjung tetap bisa masuk. Bangunan kayunya terlihat sangat tua tapi kokoh. Kuil utamanya sendiri terletak di atas, jadi modelnya itu mirip seperti rumah panggung, tapi panggungnya itu tinggi banget curam gitu. Menurut penuturan Guide nya sih, dulunya itu pernah berkembang keyakinan di masyarakat sekitar, bahwa barangsiapa melompat dari atas sampai ke bawah (dasar bangunan) dan mendarat dengan selamat, maka impiannya akan terwujud. Tapi seingat saya, yang selamat cuman berapa persen dan itu sangat sedikit. Yang suka bungy jumping, mau nyoba? Hehehe.
banyak cewe-cewe beryukata loh disini

Kuil ini cukup luas, kita bisa jalan-jalan dan menikmati pepohonannya yang rimbun. Jika kita berjalan lewat setapak, kemudian mengikuti jalan sampai turun ke bawah, kita akan menemukan taki (air terjun) kecil yang berjumlah 3. Masing-masing melambangkan cinta, kesehatan dan studi. Konon, jika minum salah satunya, makan akan tercapai juga keberhasilan di bidang cinta/kesehatan/studi, tergantung pilih yang mana. Tapi yang ngantri buanyaaakk…saya mah engga ikutan ngantri, ntar takut ditinggal wkwkwk.

selesai dari Kiyomizu Temple, kami menuju ke tempat pertunjukan Noh dan Kyougen. sayangnya tidak boleh ambil gambar/merekam yaa hehe, jadi silahkan di search sendiri^^ 
spoiler dikit, ini stage nya...


Yap…itulah tadi pengalaman kali pertama ke Kyoto melalui Study Tour Part 1. Part 2, kami mengunjungi Kinkakuji dan Ritsumeikan University.

Kinkakuji

Kinkakuji juga adalah sebuah kuil di Kyoto. Kuil ini terkenal sebagai kuil emas, karena bangunannya yang dilapisi oleh emas. Kuil ini dikelilingi oleh danau. Pada saat saya berkunjung kesana, kebetulan saat itu sedang masa puncak musim gugur, sehingga daun-daun memerah dan terlihat begitu romatis, udaranya juga sangat sejuk.
Ritsumeikan University

Well, Kyoto is awesome...

kalau pengen merasakan taste-nya Jepang, Kyoto adalah tempat yang tepat. penuh dengan sentuhan tradisional Jepang.


Oke, sekian dulu postingan saya kali ini. Next, saya akan menceritakan tentang pengalaman eksplor Jepang yang dilakukan secara swadaya (alah…) oleh saya dan teman-teman. Let’s Get Lost In Japan!

Senin, 12 Desember 2016

My First Abroad #Part4

Akhirnya…

Alhamdulillah Diberkahi waktu lapang nih buat melanjutkan artikel. oke, kemarin di bagian akhir artikel My First Abroad #Part3 saya nulis bahwa hari pertama pasca mendarat di Osaka saya sempet ‘pengen pulang’, gara-gera kedinginan. Wkwk. Tapi kemudian keesokan harinya saya dapet hidayah dari Allah Swt. untuk nyampur itu air kran warna biru sama merah sehingga jadilah air anget XD. Kemudian, perlahan-lahan, problem berhubungan dengan suhu pun solved!

Kebetulan tempat saya tinggal dan sekolah, di Senta itu menyediakan sepeda yang bisa dipinjam kapanpun untuk kendaraan keliling-keliling (selain itu juga tersedia 2 bus dengan trayek berbeda yang tentunja juga gratis). Setelah kenal dengan teman-teman satu lantai (lantai 12, isinya peserta program CI yang cewek-cewek), mulailah kami mengeksplor “Jepang”.

Awalnya sih kami baru menjelajah sekitaran senta aja, misalnya ke konbini (mini market), ke suupaa (super market), 100en shoppu (toko serba 100yen), mal yang namanya “Seacle”, atau ke kuil-kuil terdekat saja. Kebetulan, di list program belajar kami selama di sana ada juga yang namanya Osaka Orientation, jadi ceritanya seluruh peserta dibagi per kelompok untuk kemudian kelompok-kelompok itu diberi misi untuk menemukan beberapa landmark di Osaka, untuk kemudian dipresentasikan. 

Waktu itu saya dan kelompok dapat tugas untuk menemukan Umeda Sky Building dan Museum pemukiman Osaka tempo dulu, dibekali dengan kartu One Day Pass untuk transportasi Pascabayar di area Osaka, peta dan juga kupon-kupon masuk tempat wisata. Waktu yang diberikan yaitu 1 hari dan apabila ada sisa waktu, maka boleh digunakan untuk main-main ke tempat yang lain. Jujur, nyasar-nyasar di Jepang itu rasanya seru! Apalagi Osaka menurut saya adalah tempat yang beautiful in every single part. 

Nah, bermula dari situlah kemudian 6 minggu ke depannya kami jadi suka banget main-main dan nyasar-nyasar di area Kansai. Kemana saja?

Mulai dari Osaka dulu yaah…

Kalau di Osaka, sebenarnya ada banyak tempat terkenal dan pastinya banyak makanan enaknya. Yang saya kunjungi selama di Osaka adalah,

1. Umeda Sky Building (梅田スカイビル)

tidak jauh dari stasiun Osaka. Bangunan berupa gedung tinggi yang masuk dalam 20 Bangunan tertinggi di dunia. 



Dari atasnya kita bisa lihat kenampakan kota Osaka (kalau pas cuacanya bagus). 



di tempat ini juga ada supermarket kecil yang menjual pernak-pernik khas Osaka, dan ada food court nya juga. Tapi, daya tarik sesungguhnya dari bangunan ini sebenarnya terletak di atas gedung. Selain bisa menikmati pemandangan Osaka (yang banyak gedung dan sungai-sungai yang dilalui jembatan),

ada juga sebuah spot yang disitu tergantung banyak sekali gembok. Mirip seperti gembok cinta yang ada di Korea, jadi disini banyak pasangan yang memasang gembok yang bertuliskan nama mereka.


nggak cuma orang jepang aja, banyak gembok bertuliskan nama-nama orang asing juga disini



2.  Dotombori (道頓堀)

Kalau Dotombori, ini semacem distrik yang di dalamnya ada banyak toko, mal, restoran dan juga spot nongkrong. Kemudian, di dekat nihonbashi, kita bisa lihat layar besar yang disitu ada figure “Glico Man”. Banyak orang-orang asing maupun lokal yang tidak melewatkan momen untuk foto disana.




udon nya wenaaaaakkk


3.  Osaka-Jo (大阪城)

Osaka-Jo alias Osaka Castle atau istana Osaka. Dari stasiun perlu berjalan cukup jauh (kalau orang Jepang mah biasa). Santai aja jalannya, sambil lihat-lihat pemandangan. Hehehe. Seinget saya sih jam operasionalnya dari pagi (jam 8 atau 9 ya?) sampai sore jam 5. Kita bisa masuk dan naik sampai ke bagian paling ujung atas istana dan melihat pemandangan.  
ada banyak taman juga
Di dalamnya, menuju ke atas gedung, di setiap lantai kita bisa menyaksikan beberapa peninggalan bersejarah dan diorama-diorama yang menceritakan kehidupan Jepang masa lampau (awas, di beberapa spot, tidak diperbolehkan memotret). Di sekitarnya, seperti normalnya tempat wisata yah, ada juga outlet yang menjual oleh-oleh khas Osaka dan juga kedai-kedai yang menjual makanan dan minuman. Saya inget banget, di Osaka-Jo ini ada yang jual Pastry Taiyaki beuhhh enak banget rasanya! Kalau mau menyusuri area ini, juga ada paket wisata menggunakan kapal yang akan berkeliling di sungai sekitar area Osaka-Jo. Sungainya sangat bersih dan pemandangannya bagus, banyak gedung, restoran dan apartemen serta taman yang dilewati. Lebih bagus lagi kalau pas musim semi kali ya, karena di sepanjang tepi sungai ini adalah pohon Sakura.
ni dalemnya kapal





4. Museum Pemukiman Osaka Tempo Dulu (大阪暮らし今昔間)

Tempatnya ada di dalam gedung gitu, jadi sempat susah untuk menemukannya. Letaknya juga di lantai 3 (2 apa 3 ya?) gedung tersebut. Masuk ke area museum, kita bisa menyewa yukata dengan membayar 200yen untuk dipakai jalan-jalan dan berfoto di area museum, yang menggambarkan suasana pemukiman Osaka pada masa dahulu. 



kalau yang ini dioramanya
waktu itu ada anak2 SMP lagi pada study tour guys


Yang spesialnya, lokasi ini dirancang dengan ukuran asli, dan bagian langit-langit area ini bisa berubah menjadi suasana siang, malam dan mendung.

5. Abeno Harukas (あべのハルカス)

Ini juga salah satu gedung tinggi di Osaka. Hmm…kalau nggak salah sih gedung tertinggi di Osaka malah (CMIIW). Hehe…tapi cuman lewat dan nongkrong-nongkrong doang ya. selebihnya ke mall yang ada di dekat sana dan untuk pertama kalinya mampir ke photobox yang biasa disebut purikura (foto yang bisa bikin kelihatan cantik kayak karakter anime *waktu itu kamera B612, 360 belum booming). foto Abeno Harukasnya ilang...wkwkwk. silahkan serach sendiri di google yak, "Abeno Harukas".


Wkwk…

Hanya tempat itu saja yang saya kunjungi di Osaka. Selebihnya saya mengunjungi Kwansei University, sekolah-sekolah dan taman-taman saja hehehe…

Yang pasti seru lah kehidupan di Osaka.
Bukan hanya Osaka saja sih sebenarnya, menurut saya, Kansai adalah sebuah daerah di Jepang yang menurut saya sangat identic dengan satu kata, “Cantik”.
Mau tau, “Cantik” nya area Kansai selain Osaka?


*Berlanjut di part 5.

Kamis, 08 Desember 2016

My First Abroad #Part3

oke, menyambung postingan yang sebelumnya yang part 2, kalau belum baca silahkan klik di sini.
singkat cerita akhirnya saya mendarat dengan selamat di bandara Kansai, Osaka dan sudah menemukan tempat tinggal saya selama mengikuti pelatihan, yaitu Kansai Center, yang nantinya bakalan saya sebut dengan "Senta".

tanpa tunggu waktu lama, karena semua peserta lelah dan hari kedatangan ini dijadikan sebagai hari libur untuk beristirahat, langsung saja semuanya masuk ke kamar masing-masing, termasuk saya. 

waktu saya datang, kamarnya gelap banget (sampai mikir, ini kamar tidur apa ruang afdruk foto? wkwk). setelah meraba-raba dalam kegelapan, akhirnya ketemulah yang saya cari. saklar.


oooh...oke.
setelah cukup cahaya, saya meletakkan barang-barang dan mulai mengeksplorasi tempat tinggal saya selama 6 minggu ke depan ini. menurut penjelasan yang saya baca di dokumen yang dikirim sebelumnya, bahwa kamar ini nantinya akan ditempati setiap peserta dan ada beberapa fasilitas yaitu seperangkat tempat tidur, kamar mandi, TV, Kulkas kecil, kompor listrik kecil dan heater, lemari, telepon (tapi kalau mau nelpon kudu beli kartu telepon dulu, dijual di lantai bawah seharga ¥1000 per lembar untuk 90 menit nelepon), ada juga semacam bufet untuk menyimpan makanan, di dalam lemari bahkan ada seperangkat baju dan helm anti api buat jaga-jaga kalau tiba-tiba terjadi kebakaran, kemudian ada AC (pendingin dan penghangat ruangan), tapi remote nya nempel di dinding. kira-kira begini penampakannya...

kemudian, saya merasa penasaran, ada apa dibalik tabir besar yang ada di sebelah timur kamar. sambil takut-takut saya buka pelan-pelan...
saya pun terkejut ketika membukanya!

karena ternyata masih ada tabirnya lagi wkwkwk

oke, saya buka lagi dan saya nambah terkejut!
ini yang saya lihat...




wow, kayak ginikah pemandangan dari kamar saya? Subhanallah...
dari kamar ini, kita bisa lihat pantai, jalan raya, apartemen-apartemen, sekolahan, taman, mal yang namanya "Seacle", dan pastinya si Bianglala besar. kemudian, nun jauh juga terlihat bandara Kansai dan kereta yang lewat dari jembatan di atas laut. di depan jendela itu ada space untuk duduk. jadi bisa nongkrong atau duduk selonjoran di situ sambil minum kopi atau makan mie kalau ntar butuh hiburan wkwkwk. oh iya, jendelanya terdiri dari 1 kaca besar dan jendela kecil yang hanya bisa dibuka sekitar 30 derajat saja. tadinya saya bertanya-tanya, kenapa ya bikin jendela kok nanggung gini? tapi setelah dipikir-pikir saya baru paham, ya iyalah dibikin bukanya cuman bisa sedikit. kalau 90derajat atau 180derajat, bisa jatuh orangnya kalo duduk2! mana di lantai 12 lagi! sejenak saya melongok ke bawah. hiiiw...

minggir ah

saya mengkesplor tempat lainnya. oh...katanya ada kamar mandinya, dimana ya?
saya muter-muter kamar nyariin. ada 1 pintu tertutup. apa ini? saya coba mendorong pintu itu masuk, seperti waktu mbuka pintu masuk kamar. loh...kok ga bisa? aneh...

terus mencoba...

gagal...

coba lagi...

gagal...

wah...gila. saya dibohongin nih, ternyata nggak ada kamar mandinya. alamat palingan ntar kamar mandinya ngantri ala kos-kosan nih. wah...php banget ini penyelenggaranya, mana kebelet banget lagi. %&$#@
karena sebal, saya pun menarik handle tersebut, dan...derrrr
kamar mandi muncul wkwk. oh ternyata buka pintunya keluar, bukan masuk!
oon ah...

kamar mandi, di dalemnya ada bath up, shower, kran, gorden plastik, cermin, toilet, wastafel, handuk, dan hair dryer (yang bagi orang Jepang kebanyakan adalah piranti penting).
jujur, saya cukup kagum dengan desain minimalis kamar asramanya The Japan Foundation yang meskipun sebenarnya relatif sempit tapi terasa luas dan bisa memenuhi kebutuhan penghuni.

oke, itu tadi ceritanya cuman buat spoiler aja, siapa tau temen-temen ada yang pengen ikut kegiatan training atau penelitian di sana. hehe

malam pun datang, saya mulai terpaku menikmati pemandangan malam di Jendela, karena bianglalanya kelihatan cantik banget dengan lampu-lampu...!!!
sampai lama-lama saya menyadari sesuatu. ini kok dingin banget ya?
mulai deh utek-utek itu si AC, suhunya gak bisa diangetin!
saya pun kemudian mutusin buat tutup jendela dan mandi, karena tadi saya lihat kran nya ada 2, warna merah dan biru, means, ada air biasa dan air hangat. mandi pakai air hangat aja deh biar nggak kedinginan (niatnya).

pas nyalain kran merah...lama kelamaan airnya panas banget kaya yang baru mendidih dientas dari kompor T.T *itu karena saya katro dan nggak ngerti kalau mau mandi air anget itu kedua kran harus sama-sama dinyalain
yah gapapa lah...ke katro an saya ini, semoga tidak terjadi pada kawan-kawan semuanya. hehehe...
karena panasnya keterlaluan, dan kulit mulai merah-merah kayak udang rebus, saya pun memutuskan untuk mandi air dingin aja dari kran biru.

malam itu saya yakin banget saya masuk angin.
tidur pakai selimut dan bed cover tidak menyelamatkan saya.
kedinginan sekali...
mulai pusing...
mulai inget keluarga di rumah...
kalau saya masuk angin begini, biasanya ada yang nolongin, ngasih minyak angin, balsem atau ngerokin.
nah ini, saya di dalem kamar sendirian...
dingin mulai menusuk tulang...saya seperti sudah sekarat hampir mati.
Tuhan tolong...saya hanya mau...
Pulang...

*Lanjut di postingan berikutnya

Kamis, 24 November 2016

私の夢とその意味

こんにちは!

前の記事で私は私が日本語を勉強するきっかけについて話しました。今回の記事はその記事の続き、私が日本語を勉強している目標について話します。目標といったらすぐ頭に浮かんでくるのは夢です。夢は何ですかと聞かれたら、先生になりたいです。どうして先生なのでしょうか?その質問を答えるためにストーリをお話しします。

なぜ先生かという質問を聞かれるとすぐ2014年の終わりに受けていた日本語教員養成研修のことを思い出します。その6週間の研修は大阪にある国際交流基金関西国際センターで行われ、将来いい日本語の先生の卵を育ったり、日本語学習者にもっと自信を持ち日本語でコミュニケーションをさせたりするのがこのプログラムの目標です。その6週間の中に日本語や日本文化などについてもっと詳しく学びました。その日本語の講座でディスカッション、スピーチ、インタビューという授業を受けたり、いろいろな日本語の知識や日本の社会についての発見をしました。それに日本の文化や観光なども体験しましたよ。さて、今回の記事にその活動の一つ、スピーチという授業にハイライトしたいです。


そのスピーチという授業のときはまず、研修生達はスピーチを準備しておきます。スピーチのテーマはクラス相談で決まります。一クラスには6名の研修生がいたので、先生は6つのテーマの選択肢をくださり、研修生は一人一つのテーマを選べなければなりません。テーマを選んだ人は早く手を上げ、「私は○○番の○○をスピーチのテーマにします」とクラスのみんなに言って、それからそのテーマはもうほかの研修生には選ばれることができません。その6人の中で4人はもうテーマを選びました。というのは、私とあと一人の研修生は残っている2つのテーマしか選択がありませんでした。正直、どちらも普通のテーマだと思って、あまり気になりませんでした。最も全然面白くないのは「私の学科」というテーマだと思います。しかし、決めるのが弱い私は友達に負けてしまいました。その友達はその二つのテーマの中に早く手を上げて、テーマを選びました。唯一残っているテーマの「私の学科」は今度のスピーチのテーマになるものでした。「私の学科」か?どう書けばいいかな…

私の学科はみんなと同じで、日本語学科ですね。一緒の日本語学科の学生の前で語っても、なにも面白いことないでしょうと思いました。大学の生活や授業一覧を書こうと思ったけど、つまらないじゃないかと。授業や大学の生活はみんな同じぐらいでしょうね。何を書けばいいかと思っているときに「あっ、そうだ!学科が同じとは当たり前のことだけど、私は私が夢を見つけたり、夢を頑張って実現させたりするのはの学科のおかげだと思った瞬間、じゃあ、そのストーリを書く」と自信を持ち、スピーチを書き出しました。
なお、スピーチの原稿を書かなければなりません。原稿を書き終わると、次のスピーチの授業に研修生は一人ずつ教室に入って、先生の前でスピーチを発表練習をします。それから先生からアドバイスをいただきます。イントネーションとか発音のことなど。それが終わったら次はスピーチの内容を覚える時間。最後は、発表。

いよいよ発表の日が来ました。発表順番を決めるために発表番号が書いてある小さい紙をみんなで一人ずつ取りました。サプライズ!私の発表番号は1番でした。逃げることもできなく、まあ、しようがないね、登場するわと。

自信や勇気を引いて、頑張ってスピーチをはっぴょうしますと。

そのスピーチの内容はこれぐらいです、

私が勉強しているのは日本語教育です。スマラン国立大学日本語教育科です。どうして日本語教育なんでしょうか?将来日本語の先生になりたいからです。でも、実は前は先生になることは私の夢ではありませんでした。ただ、日本語に興味があり、日本語学科のある大学に申し込みました。無事に合格し、講座を受けてきました。時間につれて「日本語学科」と「日本語教育学科」は「教育」の言葉で意味や目標が違うのは分かるようになりました。「教育学科」と言ったらその学科は将来教師になる人を教育する学科です。すなわち、日本語の教師の学科。

先生になる興味がなかったのはどうしたのかと聞かれたら、中学のころがそのきっかけです。数学の厳しい先生は数学が上手な子だけを優先し、下手な学生たちに対しては問題を解けないときに耳に悪い言葉を言ったり、罰せたりしましたから。友達がよく罰せられていても、その状況を見ていた私は心が傷ついたり、勉強する興味を失ったりしてしまいました。だんだん数学が苦手な子になってしまいました。先生は多い人の後の生活や考え方に大きい影響を与えるでしょうが。先生の仕事は将来やらないほうがいいと思いました。よく他の人の心を傷ついたり、怒るばかりで…

気が着くと大学4年生になりました。4年生になるとマイクロ教授法という科目を受けました。学生は教室の前で日本語の教師として授業を行い、書いた教案や作ったメディアを発表するところです教室の前で教えました。その発表の後で、心の中に何かが変わり始めました。教えるのが楽しいな。

そのマイクロ教授法の授業が終わってから、みんなは全員別々の高校へその高校の教師の仕事を手伝ったり、授業経営を学んだりして、教育実習という活動です。初めて教室で教えるとき、32人の高校生の前に立って、本当に緊張しました。緊張しすぎて、ホワアイットボードに書く時も字がめちゃくちゃになってしまいました。恥ずかしかったんです。二回目の授業は「今日、できる!」って、心の中に勇気をわいて、教室に入りました。

まあ、第二回目の授業はうまくいけるのが言えないと思いますが、第一回目のと比べたら今回のほうがましだと思います(笑)。三回目の授業のとき、教室に入ると学生たちは「先生、こんにちは!」と挨拶してくれました。へえ、私、先生??


次の日々に学校で歩いているとき、担当にしていた学生に会うと、「先生、こんにちは!」、「先生、私は日本語が大好きです!」、「先生、また私のクラスで教えてくださいね」とみんなが言いました。言葉で言えないぐらい感動しました。なんだか先生になる興味のレベル計が少し上がってきました。
教育実習といってももちろん本当の先生みたいに仕事の経験でしょうね。風のときも、学校以外の問題で悲しいやイライラの思いがあっても顔に出さずにささって教室の前に立ち、教えなければなりません。それが本当の先生の性格ですが、私は頑張っていました。とはいえ、ある日学校以外の問題が出てきて、この思いが本当に邪魔だなあと思いました。誰にも言えないぐらいの悩みで、そのまま心の中に隠して、教室に入りました。教室の中に学生のきらきら目を見ると、今日も頑張る!

みんなは勉強中でずっと生き生きしたり、冗談で私を笑わせたりしました。いつの間にかベールが鳴りました。「皆さん、これで授業が終わります。じゃ、また来週」とみんなに言いました。みんなは文房具を片付けて、一人ずつ教室を出ました。私もコンピューターや教材のメディアを片付けていました。突然、ある学生、いつも日本語の授業の時一番前の椅子に座っている学生が私に来て、手伝ってくれました。「あっ、ありがとうございます!」とその子に感謝。

「先生、実は言いたいことがありますが、本気でゆったらいいですか?

「はい、なんですか?

「今日は気づいたことがありました。先生の顔はあまりきれいじゃないと思います。でも、歯が見えると先生の顔がきれいですね。ですからいつでも、どこでもその歯を見せてくださいね。」

その学生の言葉を聞くと、思わず笑ってしまったんです。

「はい、そういう感じです。」その学生が言いながら笑いました。


その学生は笑顔しながら、「お先に失礼します。」と言って、教室を出ました。

まあ、せっかく個人の悩みを隠したり、学生の冗談で最高に笑ったりしてもその悲しい思いが学生に見られてしまったんだと思いました。今日は本当のプロの先生の性格を真似るのが失敗しちゃったんですが、その学生から勉強ができました。

先生の仕事は簡単じゃない。

ちなみにその学生は私より若いが、どうすれば他の人に勇気づけるのがよく分かっていると思います。次と次の授業は学生に支えられているような感じで授業がうまくなってきました。

ずっと学校にいたいです。この世界のどこでもは教室だと思いますが、学校はその一つです。人生は学び合うということではないですか。
--------------------------------------------------------------------------------

「先生私は日本へ留学に行きたいです。」

「じゃ、日本語も頑張って勉強しなさいよ!

気が着くと学生はやっと日本へ留学に行きました。長期か短期かはともかく、学生が目指していた夢が叶えました。その夢を叶うたびに私がその一部になって、嬉しいです。

ですから、その理由で将来先生になりたいです。いろいろな勉強ができたり、学生と支え合ったりするのが人間の生活の幸せの一部だと思います。それだけではなく、私のこの夢を叶うにつれて学生たちの夢の実現の一部になれるのが最高の幸せさだと思います。


この記事で私の学科のスマラン国立大学日本語教育科に感謝を伝えたいと思います。先生になるのはもともと苦手なことでしたが、今夢になったのは全然思いませんでした。大学の先生方にも、教えてくださった先生方にも、いろいろお世話になりました。いつまでも感謝しています。

はじめまして!

こんにちは!

やっと今日は初めて日本語でこのブロッグに記事を載せました!

初めての日本語の記事で、まずは自己紹介をさせていただきます!


はじめまして、メタと申します。23歳です。歌や読書が私の趣味です。最近は旅行も興味になっています。インドネシアの中部ジャワのスマラン生まれ育ちです。201510月の終わりにスマラン国立大学を無事に卒業しました。その大学の日本語教育科で勉強していました。どうして日本語なんでしょうか?

日本語の勉強と言えばすぐ母のことを思い出します。なぜかというと、母ももともと日本語学習者でしたから。高校のとき、初級日本語を学んだことがある母はずっと日本語に興味を持っています。その高校の日本語の授業にいくつかの日本の歌が教えられ、母に一番印象が残った部分だと思います。結婚した後、私が生まれてから、主婦になることにした母は家にその高校のころ学んだ日本語の本をきれいにしまって、時々開けてみました。そして母は私が昼、友達遊んでから帰ったとき、昼寝をさせました。昼寝の前に母はよくその本の中にある歌を歌ってくれました。その歌のタイトルは「春が来た」


春が来た、春が来た
どこに来た
山にいた里に来た野にも来た
花が咲く、花が咲く
どこに咲く
山に咲く、里に咲く、野にも咲く
鳥が鳴く、鳥が鳴く
どこで鳴く
山で鳴く、里で鳴く、野でも鳴く


懐かしいな!
その歌を歌って終わったら母が「あなたは私の恵みよ。神様のプレゼント」とインドネシア語で言ってくれました。その歌詞や母がゆった文の意味が私も母も分かりませんでしたが、気持ちがよくて、ささっと寝ました。

その歌は生まれて初めて聞いた日本語です。気がつくと日本語は特別な印象を与えました。大きくなってきてから、母はもうその歌を歌ってくれなくなりました。時間につれて日本語も生活からだんだん私に忘れられてきました。しかし、高校に入ったとき、日本語の科目がありました。初級日本語で、週に一回授業がありました。いつもその日本語の授業を待っていました。そして学校の日本語クラブも参加しました。高校三年生の時、もうすぐ日本語の授業が受けられなくなっちゃうなと気がづきました。高校卒業試験の後で、もう授業がないため、毎日図書館へ日本の観光地や文化に関する動画や記事を見に行っていました。毎日、学校の門が開いてから図書館が閉まるまでインターネットでアクセスした動画に夢中になりました。

高校を卒業した時、何となく日本語学科に入ることにしました。高校のとき理系を勉強していた私は周りの人や友達に「理系の卒業生は医学部や理科学部に入るはずじゃないか」と言われました。それだけましだが、ある人は「へえ、日本語学科に入っちゃったの?困ったな、後どんな仕事をするか絶対考えなさいよ!」と言った人もいました。母だけが「お母さんは嬉しいよ。頑張って、あなたの将来だから」。
その母が嬉しそうな表情を見て、何があっても日本語を勉強し続けようと決めました。

日本語の勉強は私と母のきずなになり、いつも母の愛に支えられていることも感じます。
だからこれからも日本語を学び続けます。母は私の恵み。神様のプレゼント。
母は私の恵み。神様のプレゼント



去年の5月にある日本語のスピーチコンテストでこのストーリを与え、スピーチが終わった後でこういう質問をいただきました、「今まで、母に対して恩返しは何ですか?
面白い質問だと思いますが、答えるのはやはり難しいですね。そのときは「母に恩返しとしては頑張って日本語を学び続けることです。」と答えました。

コンテストの結果のお知らせのとき、私はそのコンテストの入賞の一人でしたが、実はその興味深い質問は今までも答えられません。恩返し、車や家を買ったり沢山お金を差し上げたりすればそれは恩返しとは言えると思われますか。
母に恩返しと聞いたら、皆さん、どう思いますか?